Mengapa Allah menurunkan Azabnya

Mengapa Allah menurunkan musibah/azab-Nya

      Tidak henti-hentinya kita panjatkan syukur kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan aneka rahmat baik lahir maupun batin kepada hamba-hamba-Nya yang mengabdi dan bertakwa.

            Tidak terasa, kita telah menyelesaikan ibadah saum sebulan penuh, walaupun dalam suasana situasi dan kondisi yang tidak kondusif akibat kenaikan BBM 1 Oktober 2005 empat hari sebelum mulai saum.

            Dengan kesabaran, tawakkal kehadirat Allah SWT. diiringi kerja keras, kita lewati kesulitan dan penderitaan itu dengan jiwa sabar yang dilatihkan oleh didikan saum satu bulan penuh. Ini adalah dorongan iman yang membara dalam jiwa kita masing-masing.

            Krisis BBM yang melanda dunia dan Indonesia menaikkan harga BBM mulai 1 Oktober dengan harga yang melampaui batas kemampuan menengah ke bawah telah menimbulkan aneka problem sosial, PHK dimana-mana yang telah menambah jumlah deretan penganggur murni dari + 10 juta menjadi + 12 juta dan penganggur serabutan dari 30 juta menjadi 32 atau 35 juta telah menimbulkan aneka kejahatan, ditambah bencana alam, tsunami, longsor, pesawat jatuh, tabrakan kereta api, tabrakan mobil, kerusuhan sosial, terus polio, demam berdarah, flu burung dan menjelang saum kita dikejutkan dengan bom bali II yang telah menelan korban 23 orang dan luka-luka puluhan orang.

 

            Program pemberantasan korupsi yang semula merupakan program pemerintah dan didukung oleh seluruh komponen bangsa akhirnya terasa terlupakan.  Gaungnya menghilang dan korupsi yang merupakan inti kejahatan yang menghancurkan Negara/ bangsa dan telah menyengsarakan rakyat, tetap berjalan dan belum ada koruptor kakap yang terdengar  masuk penjara.  Bahkan mafia peradilan dan pengadilan tercium baunya pada pusat pengadilan dan peradilan Mahkamah Agung, dan tercium bau busuk sogok dan korupsi.  Subsidi BBM menjadi lakon baru penyelewengan, kasus penyelundupan BBM pertamina menguap, illegal loging terkubur dan korupsi terus merajalela, tetapi mana penyelundup-penyelundup kakap itu yang digiring kepengadilan ? Bukankah ini kejahatan ekonomi yang lebih jahat dari pada teroris ?

 

Ingatlah peringatan Allah SWT. dalam Al-Quran surah Al Isra [17] ayat 16.

وإذا أردنا أن نهلك قرية أمرنا مترفيها ففسقوا فيها فحق عليها القول فدمرناها تدميرا

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya azab/ ketentuan Kami, kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.

 

            Ungkapan ayat diatas ini perlu diperhatikan sinar-sinar gaibnya dan cahaya perumpamaan kandungan firman Allah ini perlu ditafakkuri, perlu direnungkan, karena ramalan ayat ini ramalan I’jaz, ramalan kemukjizatan Al-Quran yang pasti terjadi karena isinya pasti benar.

            Allah SWT. telah mengungkapkan dengan gamblang didalam Al-Quran bahwa hancurnya satu kota, satu Negara atau satu rezim, terlebih dahulu diutus Rasul, Da’i-Da’i, Muballigh-Muballigh yang menyampaikan risalah Allah SWT. dan ini rasional, untuk membuktikan janji Allah dan peringatan-Nya, maka ada ciri-ciri atau syarat-syarat yang muncul dikota itu sebagai sebab undangan datangnya azab Allah itu.  Indikator-indikator undangan datangnya kehancuran itu diungkapkan oleh Allah SWT. dalam wahyu Allah swt, kepada Muhammad s.a.w. :

وإذا أردنا أن نهلك قرية أمّرنا مترفيها

            Para Mufassir menterjemahkan ayat ini sesuai dengan qiraah Ali bin Abi Thalib, Abu Usman Al Mahdi, Abu Raja, Abi Al Aliyah, Mujahid Hasan; dengan ammarnâ sehingga artinya :

سلطانا شرارهافعصو فيهافإذا فعلوا ذالك اهلكناهم

            Muncul terlebih dahulu penjahat-penjahat menjadi penguasa, lalu mereka menebarkan kemaksiatan dikota itu, dan jika kemaksiatan itu sudah merajalela maka Allah menghancurkan mereka itu.

 

Dalam riwayat lain :

جعلناهم أمراء مسلطين

 

            Kami angkat orang-orang yang berpola hidup mewah menjadi penguasa-penguasa, kemudian mereka berbuat fasik, zalim, korupsi serta menyebarkan kemaksiatan, maka dikala itulah Allah SWT. menghancurkan mereka.

 

Allahu akbar 3x Walillahil hamd.

 

            Banyak sekali riwayat yang kita temukan dari sahabat-sahabat Rasulullah s.a.w. tetapi menarik sekali apa yang diriwayatkan oleh Al Kisaiy dan Abu Ubaidah

أكـــثرنا جبابرتها

            Kami perbanyak pembesar-pembesar Negara, serta penguasa-penguasa Negara, atau pejabat-pejabat negara yang berpola hidup mewah, dan maksiat serta bergelimang dosa terus mereka berbuat kemungkaran maka disaat itulah mereka berhak memperoleh azab.

 

Jamaah Rahimakumullah!

 

            Al-Quran banyak mengungkap bangsa-bangsa yang telah dihancurkan oleh Allah SWT. karena kemaksiatan dan akibat dari pola para pembesar dan penguasa Negara itu, diantaranya tenggelamnya dunia dikala pembesar-pembesar umat nabi Nuh menantang seruannya, angin topan yang telah menghancurkan kaum ‘Ad, gempa bumi yang telah meluluhlantakkan kaum Tsamud, badai batu dan tanah yang terbelah melanda kota Sodom dan Gomorâh umat nabi Luth yang kemudian muncul laut mati, gempa bumi bagi Madyan, tenggelamnya Firaun dan Qarun dilongsorkan kotanya menjadi danau Qorun yang luasnya kurang lebih 55.000 ha dan hancurnya kerajaan Saba yang subur makmur.  Demikian juga Al-Quran mengungkap tentang dihancurkannya Ashhabul ukhdud dekat Najran, Saylul Aram, banjir yang menghancurkan Ma’arib, Ashhabul Tubbai di Yaman, Ashhabur Rassi di Yamamah dan Hadramaut.  Sejarah mencatat juga bagaimana Allah menghancurkan kota Pompei dan Naples di Kerajaan Romawi.  Kepulauan Capri adalah basis bagi kaum homo seksual dan kaum Nudis bertempat tinggal. Kepulauan Capri ditampilkan sebagai “Surga homo seksual” dalam iklan pariwisata.

            Bencana yang menimpa Sodom dan Gomorâh sangat mirip dengan bencana yang menghancurkan Pompei dan Naples.  Disebelah kanan Gunung Vesuveus terletak kota Naples dan disebelah timur terletak Pompei.  Lava dan debu dari letusan vulkanis dahsyat yang terjadi dua ribu tahun yang lalu merangkap warga kota tersebut yang datang dengan tiba-tiba.

            Pemusnahan Pompei dari muka bumi dengan bencana yang mengerikan itu bukan tanpa alasan.  Catatan histories menunjukkan bahwa kota tersebut adalah sarang poya-poya dan perilaku menyimpang. Kota ini dikenal dengan meningkatnya pelacuran begitu tinggi sampai-sampai rumah bordil tidak terhitung lagi.  Tiruan alat kelamin dalam ukuran aslinya digantungkan di depan rumah-rumah bordil.  Menurut tradisi yang berakar pada kepercayaan mithra ini, organ seksual dan jima’ tidak seharusnya disembunyikan, namun harus dipertontonkan secara terang-terangan.

            Kota itu hancur seketika dan yang paling menarik, mayat-mayat yang sedang berhubungan badan membatu yang dapat disaksikan sampai sekarang. Semua ini membuktikan kebenaran Al-Quran.  Yang paling menarik juga ialah bahwa indikator sebab Allah menghancurkan Mesir Firaun dan Kerajaan Saba’ ialah bahwa dua kerajaan besar itu dihancurkan oleh Allah ketika para pengusaha dan kelompok bisnis telah menguasai penguasa, dan kebijaksanaan penguasa selamanya berpihak pada pengusaha bukan kepada rakyat dan Negara menjadi sumber perampokan milik rakyat, dan milik negara. Para pengusaha bersama para penguasa termasuk alat keamanan merampok kekayaan negara dengan segala macam cara.

            Mafia pengadilan dan peradilan menggurita dari pusat dan daerah dan yang selamat adalah pengusaha dan kelompok bisnis.  Pengusaha dan penguasa merampok Negara dan milik rakyat, dan segala penjuru penguasa menciptakan karya besar sebagai peninggalannya tetapi hasil memeras rakyatnya seperti piramida-piramida di Mesir.

 

Jamaah rahimakumullah !

 

            Pada zaman Rasulullah s.a.w. pernah terjadi, seorang tokoh Quraisy korupsi kemudian sudah diputuskan oleh Nabi hukum potong tangan.  Seorang sahabat lewat jalan belakang agar didepan saja karena dia seorang pejabat dan tokoh Quraisy, tetapi Rasulullah s.a.w. tidak bergeser dan keluarlah Hadits beliau yang sangat terkenal dalam menyelamatkan Negara dan bangsa dengan menegakkan keadilah :

والله لوانّ فاطمة سرقت لقطع محمّد يدهالأنّ أهلك من كان قبلكم إذاسرق الشّريف تركوه وإذاسرق الضّعيف حكموه

            Demi Allah, kalau sekiranya Fatimah puteri Muhammad korupsi pasti Muhammad memotong tangan Fatimah, karena sebab kehancuran bangsa-bangsa dahulu ialah jika pejabat/ pengusaha korupsi mereka bebaskan, tapi jika rakyat jelata mencuri mereka hukum seberat-beratnya.

            Inti ajaran para Nabi dan Rasul ialah menegakkan keadilan baik keadilan dalam hukum maupun keadilan sosial, keadilan dalam pendidikan, keadilan dalam bidang politik, keadilan dalam bidang ekonomi.

 

            Firman Allah SWT. surah An Nisa [4] ayat 135.

يا أيها الذين آمنوا كونوا قوامين بالقسط شهداء لله ولو على أنفسكم أو الوالدين والأقربين إن يكن غنيا أو فقيرا فالله أولى بهما فلا تتبعوا الهوى أن تعدلوا وإن تلووا أو تعرضوا فإن الله كان بما تعملون خبيرا

 

            Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biar pun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya atau pun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

 

Betapa pentingnya keadilan itu ditegakkan Rasulullah s.a.w.  bersabda :

عدل ساعة خير من عبادة سبعين سنة قيام ليلها وصيام نهارها وجور ساعة في حكم أشد عندالله من معاصى ستين سنة .

            Menegakkan keadilan satu saat lebih baik dari pada ibadah tujuh puluh tahun, walaupun malamnya salat malam dan siangnya puasa sunnat, dan berlaku zalim (tidak adil) satu saat dalam hukum paling keras siksanya disisi Allah dari pada berbuat maksiat enam puluh tahun.

 

Ali bin Abi Thalib mengungkapkan tentang keadilan ini dalam wasiat beliau :

العدل أساس وبه قوام العالم

Keadilan itu dasar dan landasan untuk membangun dunia ini.

 

Ulama saleh berpesan :

العدل جنّة الدّول

            Keadilan adalah benteng tegaknya suatu Negara, dan iman yang ada dalam diri seseorang akan hancur ketika keadilan tersingkir karena keadilan itu inti dari keimanan dan hiasan iman.

 

Jamaah rahimakumullah !

 

            Dari ayat Al-Quran, hadis Nabi dan ungkapan ulama tadi, marilah saya menyerukan kepada setiap mukmin, agar menegakkan keadilan itu dimana saja anda berada dan menjabat apa saja pada pundak anda.lebih-lebih yang menyangkut kehidupan dan hajat hidup masyarakat dan rakyat. Kekayaan negara jangan hanya dinikmati oleh segelintir atau sekelompok orang, sekelompok pengusaha, sekelompok penguasa, tetapi harus dimanfaatkan untuk bangsa dan negara. Rakyat jelata juga turut andil membangun negara ini, petani, nelayan, pekerja atau kaum buruh, juga turut berjasa membangun negara ini. Oleh karena itu maka mereka jangan dimarjinalkan. Mereka jangan hanya dijadikan alat dan objek politik, mereka jangan sekali-kali hanya jadi sapi perahan.

 

Rasulullah Saw bersabda :

 

إِنَمَا تُنْصَرُوْنَ وَتَرْزُقُوْنَ بِِضُعَفَائِكُمْ

 

            Ingat,ingat, sekali lagi ingat! Mereka penguasa itu, mereka pengusaha itu dibantu, ditolong, dilebihkan rezekinya akibat keringat para kaum lemah, kaum miskin, golongan mustadh’afin.

 

Dalam sebuah hadis Qudsi Allah Swt berfirman:

 

اُبْغُوْنِى فِى ِضُعَفَائِكُمْ

 

            Kalau ingin ketemu denganku, kalau ingin memperoleh cinta kasihKu, maka carilah aku ditengah fakir miskin, temuilah Aku dengan mendekatkan diri dan memperhatikan nasibnya anak-anak yatim fakir miskin dan golongan terlantar.

            Selanjutnya marilah kita berdoa kehadirat Allah Swt. Mudah-mudahan Allah mengabulkannya.

            Allahumma ya Allah; kami datang dengan penuh rasa takut dan papa, miskin, dan memohon perlindungan pada Mu.

            Kami memohon kepada Mu dengan Keperkasaan-Mu dan Keagungan-Mu, dengan kerajaan-Mu dan Kemegahan-Mu,

            Dengan kedermawanan-Mu dan kebaikan-Mu, dengan keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, atas apa saja yang Engkau kehendaki terhadap makhluk-Mu,

            Kami menyeru kepada-Mu aduhai Tuhan Kami, dengan rasa takut dan penuh harap, dengan khawatir dan penuh angan-angan, dengan khusyu’ dan kecintaan, dengan kerendahan dan keterdesakan dan ketundukan kepada-Mu Tidak ada Tuhan melainkan Engkau semata Tidak ada sekutu bagi-Mu, wahai yang Maha Kudus, wahai yang Maha Kasih, wahai yang Maha Penyayang, curahkan salawat-Mu kepada Muhammad dan keluarganya,

            Ampunilah dosa-dosa kami

            Sayangilah Kami

            Lapangkanlah bagi kami karunia-Mu yang besar ya Allah, terimalah seluruh     amal kami dibulan Ramadhan, shaum kami, salat fardu kami, salat malam     kami, salat sunat kami, zakat dan sedekah kami, ya Allah, janganlah Engkau       jadikan bulan Ramadhan ini Ramadhan terakhir bagi kami, jika ini        Ramadhan terakhir bagi kami limpahkanlah rahmat kasih-Mu serta    maghfirah-Mu kepada kami dan bebaskanlah kami dari api neraka.

            Ya Allah, janganlah Engkau tinggalkan pada kami dosa dibulan ini kecuali       Engkau ampuni.

            Kesalahan kecuali Engkau hapuskan

            Rintangan kecuali Engkau hindarkan

            Hutang kecuali Engkau lunasi

            Kemiskinan kecuali Engkau cukupkan

            Kesempitan kecuali Engkau lapangkan

            Keperluan kecuali Engkau penuhi

            Telanjang kecuali Engkau berikan pakaian

            Penyakit kecuali Engkau sembuhkan

            Bencana kecuali Engkau singkirkan

            Hajat dari kebutuhan dunia dan akhirat kecuali Engkau penuhi

            Ya Allah !

            Janganlah Engkau goyahkan hati kami

                        Setelah Engkau memberikan petunjuk

            Janganlah Engkau menghinakan kami

                        Setelah Engkau muliakan kami

            Janganlah Engkau merendahkan kami

                        Setelah Engkau meninggikan kami

            Janganlah Engkau mencela kami

                        Setelah kami di agungkan

            Janganlah Engkau fakirkan kami

                        Setelah kami dikayakan

            Janganlah Engkau halangi rezeki-Mu pada kami

                        Setelah kami diberi rezeki

            Janganlah Engkau merubah sedikitpun nikmat-Mu atas kami dan kebaikan-      Mu kepada kami hanya karena dosa kami dan apa yang telah kami lakukan

            di dalam kemuliaan Engkau dan pemaafan Engkau keluhuran Engkau dan ampunan Engkau ada keluasan ampunan atas dosa-dosa kami maka ampunilah dosa-dosa kami, hapuskanlah kesalahan kami dan janganlah Engkau menyiksa kami wahai yang paling pengasih dari segala yang mengasihi

            Ya Allah! Muliakanlah kami dalam majelis ini dengan kemuliaan-Mu,yang tidak Engkau hinakan setelahnya selama-lamanya. Agungkanlah kami dengan keagungan-Mu, yang tidak Engkau mencelahnya selama-lamanya.

            Sehatkanlah kami dengan kesehatan, yang tidak Engkau sakitkan setelahnya selama-lamanya. Tinggikan derajat kami dengan ketinggian yang tidak Engkau rendahkan setelahnya selama-lamanya.

            Palingkanlah dari kami kejahatan semua setan yang memusuhi-Kejahatan seluruh penguasa yang zalim-Kejahatan semua yang dekat atau yang jauh. Kejahatan semua yang kecil atau yang besar. Kejahatan semua binatang melata yang Engkau pegang ubun-ubunnya. Sungguh Tuhan kami berada dijalan yang lurus.

            Ya Allah !

            Sekiranya dalam hati kami ada salah sangka atau keraguan, kekufuran atau keputus asaan, kegembiraan atau kesombongan, keangkuhan atau kecongkakan, khayalan atau riya, ingin kemasyhuran atau permusuhan, kemunafikan atau kemaksiatan atau sesuatu yang tidak ingin Engkau lindungi maka kami mohon kepada-Mu ya Allah, agar Engkau curahkan salawat pada Muhammad dan keluarganya agar Engkau hapus semuanya itu dari hati kami. Engkau ganti tempatnya dengan keimanan pada janji Engkau, rela kepada ketetapan Engkau kesetiaan memenuhi janji-Mu, rasa takut pada-Mu, kezuhudan di dunia dan cinta pada yang ada disisi-Mu, yakin pada-Mu, ketenangan bersama-Mu, tobat yang sebenar-benarnya kepada-Mu.

            Ya Allah, jika Engkau telah hantarkan kami pada bulan Ramadhan, namun jika tidak, maka akhirkan ajal kami sampai pada Ramadhan yang akan datang, hingga Engkau hantarkan kami padanya dengan kemudahan dan kesehatan dari Engkau wahai yang paling pengasih dari segala yang mengasihi, semoga Allah mencurahkan salawatnya, rahmat dan berkah-Nya yang sebanyak-banyaknya pada Muhammad dan keluarganya.      

 

Posted on Juli 7, 2007, in Babussalam News. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: