Workshop Penyusunan RPP di SMA dan SMP Plus Babussalam Bandung

Dalam kegiatan belajar dan mengajar, pengalokasian bahan ajar yang terencana, baik dalam ukuran waktu atau materi sangatlah penting. Pertama untuk menjadi panduan guru dalam mengajar sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih terarah dan terukur. Kedua sebagai alat ukur pengajaran. Skenario yang sudah direncanakan akan diuji dalam keadaan riil lapangan sehingga dapat diketahui apa yang kurang dan lebih.

Hal ini penting sekali dilakukan bagi guru yang akan mengajar. Namun sayang sekali hal ini tidak serta merta dilakukan karena beberapa hal. Pertama, mengajar dianggap sebagai kebiasaan yang sudah dilakukan bertahun tahun sehingga tidak membutuhkan skenario atau rencana pengajaran. Kedua, karena ribet, susah dan menghabiskan waktu. Untuk itulah maka SMA dan SMP Plus Babussalam mengadakan workshop Pelatihan penyusunan RPP yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru-guru dalam menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 10 April 2008 yang bertempat Gedung dan di Lab Komputer SMA dan SMP Plus Babussalam. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Babussalam Bandung, Kepala Sekolah SMA dan SMP Plus Babussalam. Pelatihan ini dibimbing lansung oleh pengawas SMA Plus Babussalam yaitu Bapak Drs. Asep Jolly, M.Pd yang sangat peduli terhadap perkembangan dan kemajuan SMA Plus Babussalam dan Ketua Umum Yayasan Babussalam Bandung, H. Dr. Iim Wasliman M. Pd. M. Si.

Acara dimulai dengan sambutan dari Bapak H. Fajaruddin Muchtar sebagai Ketua 1 Yayasan Pondok Pesantren Al-Qur’an Babussalam. Kemudian dilanjutkan pemaparan oleh Bapak Drs. Asep Jolly , M.Pd. tentang pentingnya menyusun RPP bagi guru dan pelaksana pendidikan. Bpk. Asep menegaskan bahwa penyusunan RPP dimaksudkan agar kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan baik dan dapat dievaluasi. Dalam pemaparan tersebut dijelaskan format penyusunan RPP yang disesuaikan dengan kepentingan sekolah.

Sementara itu H. Dr. Iim Wasliman, M.Pd sebagai Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Al-Qur’an Babussalam memberikan arahan tentang arah pendidikan pesantren Al Qur’an Babussalam ke depan. Ketua Yayasan menekankan arti penting dari sebuah cita-cita yang harus dibarengi dengan kerja keras, istiqomah dan tawakal. Dengan bekal itu, beliau yakin, cita-cita apa saja yang dimiliki akan dapat diwujudkan.

Dalam pesan tentang cita-cita sekolah moderen yang akan dibangun oleh Babussalam harus menekankan pada sekolah yang dapat membangun karakter manusia pembelajar, manusia yang cerdas (spiritual dan intelektual) dan terampil.

Untuk hal itu diperlukan guru-guru yang juga cerdas dan terampil. Maka gurupun harus membekali dirinya dengan kemampuan mengolah potensi siswa didiknya sehingga dapat mengalirkan potensi yang dimiliki siswa dengan tepat.

*) Penulis : Imas Siti Fatimah, S.sos

Guru SMP dan SMA Plus Babussalam yang juga aktif ikut dalam beberapa tim studi AMDAL di beberapa konsultan AMDAL di Bandung sebagai tenaga ahli Sosial Budaya.

About these ads

Posted on April 11, 2008, in babussalam, Babussalam News, in media, islam, Kisah Da'wah, pesantren. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: